Tips: Mengantisipasi Jet Lag

March 13, 2014

Bepergian dengan pesawat terbang saat tugas kantor atau liburan tiba memang menyenangkan. tetapi berpergian jauh dengan pesawat terbang dan melewati batas zona waktu terkadang membuat orang mengalami jetlag. Begitu pesawat mendarat, tubuh malah terasa tidak enak, kepala pusing belum lagi di tambah ada gangguan pencernaan dan serangan sulit tidur (insomnia) sehingga dapat menggangu aktifitas. Meskipun tidak terlalu berbahaya, tugas atau liburan berantakan gara-gara jet lag. Berikut tips mengantisipasinya.

 

Mengenal Jet Lag

Jetlag atau desynchronosis adalah gangguan sementara pada jam biologis tubuh manusia akibat terbang melewati banyak perbedaan zona waktu atau sekumpulan gejala negatif yang mempengaruhi orang yang baru saja menempuh perjalanan jarak jauh dengan melewati zona waktu yang berbeda.

 

Penyebabnya adalah ketidaksesuaian sementara antara irama jam tubuh (irama sirkadian) dengan waktu setempat, jadi tubuh seakan tidak diberi kesempatan yang cukup untuk beradaptasi melewati zona waktu yang berbeda secara cepat sehingga antara jam biologis tubuh dengan siang malamnya kondisi di tempat tujuan tidak lagi sesuai. Jet lag biasanya terjadi ketika bepergian melintasi beberapa zona waktu, irama tubuh mulai tidak mengalami sinkronisasi dengan waktu kota tujuan, karena tubuh mengalami terang dan gelap yang berbeda dengan ritme yang biasanya, sehingga irama tubuh menjadi terganggu, karena ritme yang menentukan waktu makan, tidur, pengaturan hormon dan variasi suhu tubuh tidak lagi sesuai dengan lingkungan tempat tujuan.

 

Timbulnya Jet Lag seringkali diperparah oleh aspek immobilitas yaitu duduk terlalu lama di pesawat, dehidrasi serta waktu tidur dan makan yang tidak teratur. Bagian tubuh yang mengatur irama sirkadian ini terletak di salah satu bagian hypothalamus. Secara normal berfungsi selaras dengan siklus gelap-terang dari matahari dan mendorong agar tetap siaga saat matahari bersinar dan mendorong tidur saat gelap. Kemampuan pengaturan dari irama tubuh tersebut berlangsung lambat sehingga saat melewati zona waktu dengan cepat maka sinyal dari dalam tubuh untuk tidur dan bangun tidak sesuai dengan jadwal terang dan gelap setempat atau tempat tujuan. Jadi jika perjalanan melintasi zona waktu berbeda yang berlangsung cepat akan membuat irama jam tubuh kewalahan dalam menyesuaikan diri.

 

Gejala

Gejala umum yang muncul pada orang yang mengalami jetlag adalah sulit tidur, kelelahan, kehilangan selera makan, disorientasi, lemah, sulit berkonsentrasi, sembelit, diare, sakit kepala, merasa cemas, mual, berkeringat, bahkan pada beberapa individu dapat melaporkan gejala tambahan seperti detak jantung abonormal dan peningkatan kerentanan terhadap penyakit.

 

Dalam mengatasi keluhan jet lag setiap orang berbeda-beda, ada yang cepat namun ada pula yang lambat sehingga membutuhkan waktu berminggu-minggu. Biasanya jet lag bisa diatasi dalam waktu beberapa hari sampai seminggu.

 

Antisipasi

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengurangi pengaruh jet lag saat berpergian jauh, antara lain:

  • Pastikan cukup tidur di malam hari sebelum melakukan penerbangan agar tubuh siap menghadapi penyesuaian terhadap zona waktu.

  • Pastikan cukup makan dan minum sebelum melakukan penerbangan.

  • Sebelum berangkat sebaiknya mulai mencicil beradaptasi terkait dengan pola makan dan tidur di sesuaikan dengan tempat yang dituju.

  • Saat di pesawat, sebaiknya hindari minum alkohol karena cenderung mengurangi air dalam tubuh ditambah dengan lingkungan kering di pesawat akan membuat tubuh cenderung lebih kehilangan air.

  • Kurangi minum kopi, karena kafein yang terdapat dalam kopi dapat membuat tubuh sering terbangun saat tidur.

  • Sangat dianjurkan meminum banyak air untuk membantu melawan efek udara kering di dalam pesawat.

  • Pastikan kondisi tubuh saat perjalanan dalam keadaan FITUbah jam tangan saat akan terbang disesuaikan dengan waktu tempat tujuan.

  • Pilih penerbangan langsung tanpa transit dengan waktu yang lama agar tidak lelah dan lebih rileks.

  • Lakukan latihan ringan selama dalam penerbangan. Pada beberapa kasus, membaca cukup efektif mengurangi efek jetlag.

  • Begitu sampai di tempat tujuan segera beradaptasi dengan jam tidur dan makan tempat tujuan, boleh memperpanjang waktu tidur untuk membayar utang yang timbul akibat tidur tidak nyenyak selama di pesawat.

  • Jika memungkinkan, beradaptasilah dulu terhadap zona waktu yang baru sekitar satu-dua hari setelah mendarat, sebelum melakukan aktivitas atau memulai pekerjaan rutin.

  • Berolahraga saat matahari pagi masih bersinar di tempat tujuan, karena sinar matahari akan memberikan rangsangan pada sel-sel tubuh untuk beradaptasi dengan lingkungan baru sehingga jam biologis tubuh akan lebih cepat beradaptasi.

  • Cobalah sebanyak mungkin beraktivitas di luar rumah yang langsung berhubungan dengan sinar matahari saat siang hari, sehingga tubuh lebih beradaptasi terhadap "rasa siang hari". Ini karena cahaya sinar matahari cukup membantu untuk beradaptasi yang lebih cepat terhadap perubahan jam biologis.

  • Segera setelah sampai tujuan tubuh harus disesuaikan dengan ritme tempat yang di tuju, bila memang sampai sulit tidur dapat dibantu dengan minum obat tidur.

 

Semoga bermanfaat. [dr. Novie Hediyani, MKK /dokterkuonline.com]

sumber:

  • http://kamuskesehatan.com/arti/jet-lag/

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Mabuk_pascaterbang

  • Majalah Kesehatan Keluarga Dokter Kita Edisi 9 THN VII September 2012

Please reload

Please reload

Cari di Arsip dokterkuonline:

Baca Artikel Lain:

14 Dec 2019

Please reload

  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • Pinterest Social Icon
  • Instagram Social Icon
dokterku online sehat dengan cara pintar
dokterku online sehat dengan cara pintar
dokterku online sehat dengan cara pintar
dokterku online sehat dengan cara pintar

© dokterkuonline - 2014, Partnership, Sponsorship, & Advertisement : dokterkuonline@gmail.com   designed by Kimpoel's Creative Community

  • w-facebook
  • Twitter Clean
  • w-googleplus