Waspadai Infeksi MERS

May 12, 2014

Saat ini di kawasan Timur Tengah sedang terjangkit infeksi virus MERS yang dapat menyebabkan kematian pada penderitanya. Oleh karenanya dihimbau untuk waspada apabila akan berpergian atau baru kembali dari daerah Timur Tengah.

 

MERS pertama kali dilaporkan pada tahun 2012 di Arab Saudi. Hingga saat ini  penyebaran virus tersebut telah meluas ke negara-negara lain sehingga kondisi tersebut merupakan situasi yang serius dan perlu perhatian khusus.  Virus MERS ini mungkin akan menular ke  peziarah yang akan mengunjungi tempat-tempat suci di Arab Saudi bulan depan dalam bulan Ramadan dan menular ke jutaan jemaah yang akan datang bulan Oktober untuk menunaikan ibadah Haji di Mekah.

 

Sejak bulan April -  Juni 2013, jumlah infeksi MERS di dunia tercatat sebanyak 64 kasus (Saudi Arabia 49 kasus, Italia 3 kasus, United Kingdom 3 kasus, Perancis 2 kasus, Jordania 2 kasus, Qatar 2 kasus, Tunisia 2 kasus, dan Uni Emirat Arab 1 kasus) dengan 38 kematian. Dengan persentase kematian (Case Fatality Rate) mencapai 50 % maka infeksi MERS menjadi salah satu ancaman bagi kesehatan saat ini.  

 

Jumlah kasus MERS  kembali meningkat  pada akhir Maret dan awal April 2014. Pada 27 April 2014, dilaporkan ada 339 kasus di Arab Saudi, dengan 102  kasus kematian. Pada 2 Mei 2014, kasus MERS  telah dilaporkan di beberapa negara, termasuk Arab Saudi, Malaysia, Jordania, Qatar, Mesir, Uni Emirat Arab, Tunisia, Filipina, dan Amerika Serikat.  Total jumlah kasus di kerajaan Arab Saudi sendiri saat ini adalah 396 kasus. Dan 109 diantaranya telah meninggal.

 

Infeksi MERS diduga terkait dengan negara Timur Tengah. Semua penderita memiliki riwayat pernah perjalanan ke Yordania, Qatar dan Arab Saudi. Kasus yang terlihat di Prancis, Jerman, dan Inggris, mereka yang terjangkit terinfeksi oleh wisatawan dari negara-negara itu.

 

Karena penyebarannya yang semakin meluas sejak April 2012 hingga awal tahun 2014, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan untuk mewaspadai ancaman penyebarannya.

 

Apa itu MERS?

MERS atau MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus) adalah infeksi yang disebabkan oleh Corona Virus, salah satu jenis virus yang masih berkerabat dengan virus penyebab SARS. 

 

Koronavirus adalah virus dari famili Coronavida yang bisa menyebabkan berbagai macam penyakit. Koronavirus terbagi menjadi 3 golongan. Golongan 1 dan 2 yang menginfeksi mamalia, dan golongan 3 yang menginfeksi burung. Penyakit yang disebabkan oleh koronavirus sangat bervariasi, mulai dari flu biasa hingga penyakit pernapasan yang mematikan seperti SARS dan MERS.

 

Penyebaran

  • Sampai saat ini, masih terus dilakukan investigasi mengenai pola penularan MERS-Cov, karena telah ditemukan adanya penularan dari manusia ke manusia yang saling kontak dekat dengan penderita. Penularan dari pasien yang terinfeksi kepada petugas kesehatan yang merawat juga harus diwaspadai.

  • Mekanisme penyebaran virus Corona dari hewan ke manusia masih diteliti sampai saat ini, meskipun ada dugaan bahwa manusia pertama yang terinfeksi mungkin pernah secara tidak sengaja menghirup debu kotoran kering kelelawar yang terinfeksi.

  • Data terbaru dari CDC menunjukkan bahwa infeksi MERS terbukti bisa ditularkan antar manusia.

  • Belum diketahui dengan jelas asal mula virus ini menyebar, namun beberapa peneliti menduga bahwa penyebaran virus berasal dari salah satu jenis kelelawar yang banyak ditemukan di kawasan Timur Tengah. Kesimpulan dicapai setelah para peneliti menemukan adanya kecocokan genetik 100 % pada virus yang menginfeksi kelelawar jenis tersebut dengan manusia pertama yang terinfeksi.

  • Selain kelelawar, hewan unta juga diduga kuat berkaitan dengan asal mula dan penyebaran virus corona tersebut, dimana ditemukan antibodi terhadap virus ini dalam tubuh hewan khas Timur Tengah itu.

  • Para peneliti masih menyelidiki kemungkinan hewan lain yang menjadi mediator penularan virus Corona guna menangani meluasnya penyebaran penyakit ini, mengingat bahwa jenis virus ini dikatakan lebih mudah menular antar-manusia dengan dampak yang lebih mematikan dibandingkan SARS

 

Gejala Klinis

  • Mula-mula gejalanya mirip seperti flu , nyeri otot, lesu, gangguan  pencernaan,  radang tenggorokan dan gejala non-spesifik lainnya.

  • Demam > 38 derajat celsius

  • Batuk dan napas pendek.

  • Sesak napas bisa terjadi kemudian. Gejala tersebut biasanya muncul 2–10 hari setelah terekspos, tetapi sampai 13 hari juga pernah dilaporkan terjadi. Pada kebanyakan kasus gejala biasanya muncul antara 2–3 hari.

  • Kematian terjadi akibat beberapa komplikasi serius yang terjadi seperti Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) dengan kegagalan multiorgan, gagal ginjal serta pneumonia berat.

 

Penanganan:

  • Hingga saat ini  belum ditemukan juga metode pengobatan yang secara spesifik dapat menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh MERS. Perawatan medis hanya bersifat supportif untuk meringankan gejala.

  • Pengobatan para penderita MERS  biasanya dilakukan dengan perawatan intensif di Rumah Sakit, terutama jika terjadi keluhan sesak napas.

  • Penderita akan ditempatkan di ruang isolasi agar tidak menyebarkan virus ke mana-mana.

  • Penderita yang dicurigai juga harus diisolasi

  • Peneliti kini sedang mencoba segala obat antiviral untuk penyakit lain seperti AIDS, hepatitis, influenza dan lainnya pada coronavirus.

 

Pencegahan:

  • Masyarakat tetap bisa melakukan perjalanan atau berkunjung ke negara-negara Timur Tengah, karena WHO dan Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat belum mengeluarkan surat travel warning tentang kesehatan kepada negara-negara yang terkait dengan MERS.  Namun perlu diantisipasi bagi yang akan berpergian ke negara-negara tersebut,  jika terdapat demam, batuk  atau sesak napas dalam kurun waktu 14 hari sesudah perjalanan, segera periksakan ke dokter.

  • Belum ada vaksin khusus yang dapat mencegah terjadinya penyakit ini.

  • Pencegahan tetap dapat dilakukan dengan memperkuat imunitas tubuh antara lain dengan mengkonsumsi asupan makanan dengan gizi seimbang, melakukan olahraga secara teratur, hindari stres, serta minum air putih dan istirahat yang cukup

  • Tutuplah hidung dan mulut dengan tisu ketika batuk ataupun bersin dan segera buang tisu tersebut ke tempat sampah.

  • Hindari kontak secara dekat dengan orang yang sedang sakit saat melakukan perjalanan atau berada di kawasan Timur Tengah.

  • Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang belum dicuci

  • Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan dengan sabun

  • Gunakan masker dan jaga sanitasi tubuh dan lingkungan.

  • Tindakan isolasi dan karantina mungkin dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit MERS

  • Hindarilah tempat-tempat umum dan ramai khususnya di daerah dekat rumah sakit, pusat perbelanjaan, kafe, atau tempat ramai lainnya.

 

Travel Warning

Sampai saat ini Pemerintah RI belum mengeluarkan travel warning terkait penyebaran wabag MERS. "Menurut saya sih travel warning belum (akan dikeluarkan), kelihatannya," kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar seperti dikutip Kompas.com. Wamen mengisyaratkan akan bertindak cepat begitu ada informasi lebih rinci dari WHO dan Kemenkes. Untuk sementara, tindakan antisipatif harus dilakukan oleh siapa saja yang hendak bepergian ke wilayah yang terdampak MERS.

[dr Novie H, MKK, Joko Windoro, dokterkuonline.com]

 

SUMBER :

  • http://www.tempo.co/read/news/2013/05/17/061481060/Coronavirus-yang-Serang-Arab-Dinamai-MERS-COV

  • http://www.indonews.com/internasional/read/posts/781/Arab-Saudi-Laporkan-25-Kasus-Baru-MERS

  • http://en.wikipedia.org/wiki/Middle_East_respiratory_syndrome_coronavirus

  • http://www.depkes.go.id/index.php?vw=2&id=2341

  • https://newindonesiaonline.wordpress.com/2014/04/24/kenali-pencegahan-dan-gejala-penyakit-mers-cov/

  • http://www.medpagetoday.com/InfectiousDisease/GeneralInfectiousDisease/45628?xid=nl_mpt_DHE_2014-05-07&utm_content=&utm_medium=email&utm_campaign=DailyHeadlines&utm_source=WC&eun=g202918d0r&userid=202918&email=novie_hediyani@yahoo.com&mu_id=5198372

Please reload

Please reload

Cari di Arsip dokterkuonline:

Baca Artikel Lain:

14 Dec 2019

Please reload

  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • Pinterest Social Icon
  • Instagram Social Icon
dokterku online sehat dengan cara pintar
dokterku online sehat dengan cara pintar
dokterku online sehat dengan cara pintar
dokterku online sehat dengan cara pintar

© dokterkuonline - 2014, Partnership, Sponsorship, & Advertisement : dokterkuonline@gmail.com   designed by Kimpoel's Creative Community

  • w-facebook
  • Twitter Clean
  • w-googleplus