Waspadai Infeksi MERS

Saat ini di kawasan Timur Tengah sedang terjangkit infeksi virus MERS yang dapat menyebabkan kematian pada penderitanya. Oleh karenanya dihimbau untuk waspada apabila akan berpergian atau baru kembali dari daerah Timur Tengah.

MERS pertama kali dilaporkan pada tahun 2012 di Arab Saudi. Hingga saat ini penyebaran virus tersebut telah meluas ke negara-negara lain sehingga kondisi tersebut merupakan situasi yang serius dan perlu perhatian khusus. Virus MERS ini mungkin akan menular ke peziarah yang akan mengunjungi tempat-tempat suci di Arab Saudi bulan depan dalam bulan Ramadan dan menular ke jutaan jemaah yang akan datang bulan Oktober untuk menunaikan ibadah Haji di Mekah.

Sejak bulan April - Juni 2013, jumlah infeksi MERS di dunia tercatat sebanyak 64 kasus (Saudi Arabia 49 kasus, Italia 3 kasus, United Kingdom 3 kasus, Perancis 2 kasus, Jordania 2 kasus, Qatar 2 kasus, Tunisia 2 kasus, dan Uni Emirat Arab 1 kasus) dengan 38 kematian. Dengan persentase kematian (Case Fatality Rate) mencapai 50 % maka infeksi MERS menjadi salah satu ancaman bagi kesehatan saat ini.

Jumlah kasus MERS kembali meningkat pada akhir Maret dan awal April 2014. Pada 27 April 2014, dilaporkan ada 339 kasus di Arab Saudi, dengan 102 kasus kematian. Pada 2 Mei 2014, kasus MERS telah dilaporkan di beberapa negara, termasuk Arab Saudi, Malaysia, Jordania, Qatar, Mesir, Uni Emirat Arab, Tunisia, Filipina, dan Amerika Serikat. Total jumlah kasus di kerajaan Arab Saudi sendiri saat ini adalah 396 kasus. Dan 109 diantaranya telah meninggal.

Infeksi MERS diduga terkait dengan negara Timur Tengah. Semua penderita memiliki riwayat pernah perjalanan ke Yordania, Qatar dan Arab Saudi. Kasus yang terlihat di Prancis, Jerman, dan Inggris, mereka yang terjangkit terinfeksi oleh wisatawan dari negara-negara itu.

Karena penyebarannya yang semakin meluas sejak April 2012 hingga awal tahun 2014, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan untuk mewaspadai ancaman penyebarannya.

Apa itu MERS?

MERS atau MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus) adalah infeksi yang disebabkan oleh Corona Virus, salah satu jenis virus yang masih berkerabat dengan virus penyebab SARS.

Koronavirus adalah virus dari famili Coronavida yang bisa menyebabkan berbagai macam penyakit. Koronavirus terbagi menjadi 3 golongan. Golongan 1 dan 2 yang menginfeksi mamalia, dan golongan 3 yang menginfeksi burung. Penyakit yang disebabkan oleh koronavirus sangat bervariasi, mulai dari flu biasa hingga penyakit pernapasan yang mematikan seperti SARS dan MERS.

Penyebaran

  • Sampai saat ini, masih terus dilakukan investigasi mengenai pola penularan MERS-Cov, karena telah ditemukan adanya penularan dari manusia ke manusia yang saling kontak dekat dengan penderita. Penularan dari pasien yang terinfeksi kepada petugas kesehatan yang merawat juga harus diwaspadai.

  • Mekanisme penyebaran virus Corona dari hewan ke manusia masih diteliti sampai saat ini, meskipun ada dugaan bahwa manusia pertama yang terinfeksi mungkin pernah secara tidak sengaja menghirup debu kotoran kering kelelawar yang terinfeksi.

  • Data terbaru dari CDC menunjukkan bahwa infeksi MERS terbukti bisa ditularkan antar manusia.

  • Belum diketahui dengan jelas asal mula virus ini menyebar, namun beberapa peneliti menduga bahwa penyebaran virus berasal dari salah satu jenis kelelawar yang banyak ditemukan di kawasan Timur Tengah. Kesimpulan dicapai setelah para peneliti menemukan adanya kecocokan genetik 100 % pada virus yang menginfeksi kelelawar jenis tersebut dengan manusia pertama yang terinfeksi.

  • Selain kelelawar, hewan unta juga diduga kuat berkaitan dengan asal mula dan penyebaran virus corona tersebut, dimana ditemukan antibodi terhadap virus ini dalam tubuh hewan khas Timur Tengah itu.

  • Para peneliti masih menyelidiki kemungkinan hewan lain yang menjadi mediator penularan virus Corona guna menangani meluasnya penyebaran penyakit ini, mengingat bahwa jenis virus ini dikatakan lebih mudah menular antar-manusia dengan dampak yang lebih mematikan dibandingkan SARS

Gejala Klinis

  • Mula-mula gejalanya mirip seperti flu , nyeri otot, lesu, gangguan pencernaan, radang tenggorokan dan gejala non-spesifik lainnya.

  • Demam > 38 derajat celsius

  • Batuk dan napas pendek.

  • Sesak napas bisa terjadi kemudian. Gejala tersebut biasanya muncul 2–10 hari setelah terekspos, tetapi sampai 13 hari juga pernah dilaporkan terjadi. Pada kebanyakan kasus gejala biasanya muncul antara 2–3 hari.

  • Kematian terjadi akibat beberapa komplikasi serius yang terjadi seperti Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) dengan kegagalan multiorgan, gagal ginjal serta pneumonia berat.

Penanganan:

  • Hingga saat ini belum ditemukan juga metode pengobatan yang secara spesifik dapat menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh MERS. Perawatan medis hanya bersifat supportif untuk meringankan gejala.

  • Pengobatan para penderita MERS biasanya dilakukan de