VARISES, A-Z

December 8, 2018

 

Kebanyakan orang sudah tidak asing lagi mendengar kata VARISES.  Mungkin saja orang-orang disekitar kita atau bahkan kita sendiri pernah mengalaminya.  Namun sayang banyak orang menganggap remeh varises tersebut. Padahal jika tidak di tangani dengan baik , penyakit ini dapat berdampak negatif pada organ tubuh yang lain.

 

Prevalensi varises vena tungkai hingga 25 - 40 % dari wanita dan 10 – 15 % dari pria. Diperkirakan keadaan ini mempengaruhi hampir 15 – 20% dari total orang dewasa, terjadi 2-3 kali lebih sering pada perempuan dari laki-laki. Hampir setengah dari pasien memiliki riwayat keluarga penderita varises, di Eropa sekitar 50 % dari penduduk dewasa. Angka ini mungkin lebih rendah dari penduduk Asia,namun angka statistik yang pasti khususnya untuk Indonesia belum ada.

 

Saat ini varises mulai mendapatkan perhatian masyarakat, karena dapat menimbulkan problem kosmetik akibat rasa tidak nyaman dan penampilan yang tidak menarik dari tungkai penderitanya sehingga menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa kurang percaya diri bagi penderitanya

 

 

MENGENAL VARISES

 

VARISES adalah kondisi terjadinya pelebaran pada pembuluh darah balik (vena). Penyakit ini timbul karena kelemahan katup-katup pada pembuluh darah vena. Apabila katup ini tidak berfungsi dengan baik, maka darah yang seharusnya mengalir ke bagian atas tubuh menuju jantung sebagian akan mengalir balik turun ke bagian bawah tubuh akibat adanya gaya berat pada darah. darah yang mengalir balik ini tertahan dan terhambat sehingga dinding vena menjadi melebar. Varises biasanya timbul pada bagian tungkai.

 

Varises tidak saja menyebabkan gangguan pada penampilan penderitanya. Darah yang terperangkap di suatu area dapat membeku. Darah yang membeku ini jika lepas dan ikut dalam aliran darah akan menyebabkan gangguan pada organ lain terutama pada paru dan jantung. Bahkan, varises yang tidak segera di tangani pun dapat menyebab perdarahan spontan

 

APA PENYEBAB VARISES?

 

Varises dapat terjadi karena beberapa hal, antara lain :

  • Jenis kelamin

Jenis kelamin wanita dengan perbandingan 3x lebih beresiko terkena varises dibandingkan pria.

  • Kelainan pembuluh darah (pengerasan)

  • Kelebihan berat badan atau obesitas

Kelebihan berat badan dapat menyebabkan tekanan pada perut dan kaki, menyebabkan pembuluh vena melemah.

  • Faktor usia

Sekitar separuh dari semua orang dewasa di atas usia 50 tahun terkena varises. Semakin tua seseorang, semakin lemah katup mereka, sehingga membuat mereka berisiko lebih tinggi untuk berakhir dengan kondisi ini. Namun, anak-anak dan remaja juga bisa rentan untuk memperburuk kondisi pembuluh darah.

  • Kebiasaaan duduk atau berdiri terlalu lama

  • Gaya hidup yang tidak aktif dan kekurangan gerak

  • Faktor genetik (keturunan)

  • Perubahan hormon pada wanita.

Wanita yang mengalami pubertas, menopause atau kehamilan lebih mungkin terkena penyakit ini.

  • Penggunaan sepatu hak tinggi pada wanita.

  • Pekerjaan yang menharuskan berdiri lama seperti guru, perawat, pekerja pabrik dll

Berdiri berjam-jam tanpa istirahat dapat menciptakan banyak tekanan pada pembuluh darah di bagian bawah tubuh.

  • Iklim

Kontak yang berlebihan terhadap sinar ultraviolet matahari dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah. Ini sangat umum pada orang-orang berkulit putih yang tidak menggunakan tabir surya dengan tingkat yang tepat ketika melakukan kegiatan di luar ruangan.

 

GEJALA VARISES

  • Mula-mula kaki dan tungkai terasa berat, diikuti otot yang mudah pegal, kaku panas dan sakit di sekitar belakang lutut, betis maupun tungkai kaki. Biasanya rasa sakit dirasakan menjelang malam

  • Mudah kram, meski kaki dalam kondisi santai

  • Muncul pelebaran pembuluh darah rambut yang mirip jaring laba-laba .

  • Perubahan warna kulit di seputar mata kaki, akibat tidak lancarnya aliran darah. Kadang diikuti dengan luka di sekitar mata kaki yang sulit sembuh.

  • Kaki mulai bengkak karena adanya pembendungan darah

  • Di sekitar pembuluh vena luar pada kulit kaki terasa gatal seperti iritasi kulit. Perubahan pada pembuluh vena luar, misalnya di betis bagian belakang tampak urat kebiru-biruan dan berkelok-kelok.

 

VARISES SEBAGAI RISIKO PENYAKIT LAIN

 

Varises merupakan penyakit serius jika tidak ditindaklanjuti maka akan berdampak bagi kesehatan dan beresiko pada bagian tubuh lainnya. Jika dibiarkan ada risiko komplikasi yang diakibatkan oleh penyakit varises seperti:

  • Kulit menjadi kering, bersisik, dan memerah

  • Pengumpalan darah dan peradangan pada pembuluh vena pada bagian kaki.

  • Terjadi penebalan pada kulit kaki akibat ulkus vena yang terluka akibat kenaikan tekanan pada vena

  • Pendarahan akibat meningkatnya tekanan darah dan akan mudah terjadi pendarahan saat vena tersebut terkena benturan.

Jika hal tersebut masih tetap dibiarkan maka aliran darah menjadi rusak dan dapat menimbulkan pembekuan di dalam pembuluh darah. Pembekuan tersebut berakibat pembengkakan dan jika pembekuan darah tersebut lepas dan masuk ke paru-paru akan berakibat fatal maka hal yang terburuk adalah mengakibatkan penyumbatan darah pada paru-paru (emboli paru-paru) serta kegagalan pemompaan darah pada jantung (gagal jantung)

 

 

PENANGANAN VARISES

 

Secara garis besar ada 2 metode untuk mennagani varises yaitu konservatif dan operasi. Penentuan metode terapi mana yang di gunakan tergantung pada kondisi varises yang dialalmi oleh seorang pasien.

KONSERVATIF

  • Penggunaan stocking khusus untuk varises

  • Saat beristirahat buat kaki agak tinggi untuk membantu aliran darah ke jantung

  • Disarankanmenggunakan sepatu dengan jel di bagian solnya karena dapat membantu memompa aliran darah kembali ke jantung

  • Injeksi sclerosing agent. 

 

OPERASI

 

Di masa lalu ada 2 jenis operasiuntuk mennagani varise yaitu ligasi dan stripping. Kedua tindakan operasi tersebut memerlukan waktu tindakan dan masa penyembuhan yang lama.

 

Tehnologi baru dilakukan dengan ablasi menggunakan laser atau radio frekuensi. Ablasi dengan laser dinilai lebih efektif karena risiko kembalinya varises setelah tindakan kurang dari 3 persen di banding dengan menggunakan radio frekuensi yang mencapai di atas 5 %

 

TIPS TERHINDAR DARI VARISES :

  1. Menjaga asupan makanan yang di konsumsi dengan gizi yang seimbang

  2. Banyak makanan yang mengandung serat seperti sayuran

  3. Diet rendah garam

  4. Hindari makanan seperti lemak trans, gula, kafein, alkohol dan makanan olahan.

  5. Lakukan olahraga secara teratur seperti berenang,bersepeda, jalan atau lari

  6. Jangan duduk sambil menyilangkan kaki

Karena duduk dengan menyilangkan kaki bisa menghambat kelancaran peredaran darah.

  1. Naikkan kaki saat beristirahat sekitar 10-30 menit

  2. Pertahankan berat badan ideal

  3. Hindari Sepatu Hak Tinggi Terus-Menerus

Memakai sepatu hak tinggi dalam waktu lama bisa menyebabkan pembuluh darah vena bekerja terlalu berat memompa darah kembali ke jantung. Ini bisa membuat memicu varises

  1. Hindari mengangkat beban berat dalam waktu lama

  2. Hindari berdiri atau duduk terlalu lama

Sehingga ketika duduk terlalu maka selingi dengan berdiri 2-5 menit setiap 40 menit waktu duduk Kamu, demikian juga sebaliknya, ktika sudah terlalu lama berdiri, maka ketika ingat segera duduk.

  1. Ganti posisi setiap 2 jam baik duduk atau berdiri, dengan berjalan-jalan setidaknya 10 menit

  2. Gunakan pakaian yang nyaman dan tidak terlalu ketat

 

 

Prepared by dr Novie Hediyani, MKK

 

SUMBER :

  • Majalah Health First, Volume 40

  • http://varisesindonesia.id/main/news/detail/26/dampak-buruk-dan-cara-mengatasi-penyakit-varises

  • https://media.neliti.com/media/publications/106357-ID-faktor-resiko-terjadinya-varises-vena-tu.pdf

  • http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/705/jbptunikompp-gdl-muhammadpr-35225-10-unikom_m-i.pdf

  • http://www.stjohnsvein.com/conditions/varicose-veins/

  • www.stjohnsvein.com/wp-content/uploads/2018/08/varicose-veins-sjvc.png

Please reload

Please reload

Cari di Arsip dokterkuonline:

Baca Artikel Lain:

14 Dec 2019

Please reload

  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • Pinterest Social Icon
  • Instagram Social Icon
dokterku online sehat dengan cara pintar
dokterku online sehat dengan cara pintar
dokterku online sehat dengan cara pintar
dokterku online sehat dengan cara pintar

© dokterkuonline - 2014, Partnership, Sponsorship, & Advertisement : dokterkuonline@gmail.com   designed by Kimpoel's Creative Community

  • w-facebook
  • Twitter Clean
  • w-googleplus