Pencegahan Demam Berdarah

February 3, 2019

Demam Berdarah tergolong ke dalam penyakit akut yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue. Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk jenis Aedes, yaitu: Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Terdapat empat jenis virus dengue yang berbeda, namun berelasi dekat, yang dapat menyebabkan demam berdarah. Virus dengue merupakan virus dari jenis flavivirus, famili flaviviridae.

 

Demam berdarah dapat menyerang siapa saja, baik pada anak, remaja, dewasa bahkan orang tua sekalipun. Pada sebagian kasus,  penyakit ini dapat menyebabkan kematian. Di Indonesia penyakit ini merupakan penyakit yang banyak menelan korban. Pada akhir 2018 hingga Januari 2019, wabah DBD yang menjangkit telah menimbulkan ratusan korban meninggal. Selama bulan Januari 2019, Kementerian Kesehatan mencatat korban meninggal karena DBD sejumlah 133 orang dari jumlah total penderita 13.683 orang. Dari angka tersebut, Provinsi Jawa Timur menduduki peringkat pertama jumlah penderita DBD, yaitu 47 orang. Setelah itu, Nusa Tenggara Timur tercatat 14 orang. Melihat jumlah penderita DBD yang terus bertambah di sejumlah daerah, Kementerian Kesehatan menetapkan kondisi tersebut sebagai kondisi waspada.

 

Wabah penyakit demam berdarah yang parah  pertama kali dilaporkan di Filipina pada 1953. Pada 1970an, demam berdarah dengue telah menjadi penyebab utama kematian pada anak-anak. Penyakit tersebut juga mulai terjadi di wilayah Pasifik dan Amerika. Penyakit demam berdarah meningkat terutama saat musim hujan.

 

Penyakit Dengue  terjadi di lebih dari 110 negara. Setiap tahun, dengue menginfeksi 50 hingga 100 juta orang di seluruh dunia. Penyakit ini juga menyebabkan penderitanya di rawat di Rumah Sakit dan terjadi sekitar  12.500 hingga 25.000 kematian di seluruh dunia setiap tahunnya akibat penyakit ini.

 

Gejalanya dapat berupa demam mendadak selama 2 – 7 hari, sakit kepala, lesu, lemas, timbul bintik-bintik kemerahan  yang tidak hilang bila di tekan (petechiae), nyeri otot dan sendi, mual, muntah, nyeri ulu hati serta timbulnya perdarahan  (seperti mimisan, gusi berdarah, BAB berdarah)  serta dapat sampai timbul  syok yang dapat mengancam jiwa.

 

Berbeda dengan jenis nyamuk umumnya yang senang beroperasi pada malam hari, Aedes aegypti  sering menggigit pada siang hari. Nyamuk Aedes aegypti ini dapat berada di dalam rumah ataupun luar rumah. Di dalam rumah biasanya nyamuk tersebut suka bersembunyi di tempat yang gelap seperti di lemari, gantungan baju, di bawah tempat tidur dll. Sedangkan apabila di luar rumah nyamuk Aedes aegypti menyukai tempat yang teduh & lembab. Nyamuk betinanya biasanya akan menaruh telur-telurnya pada wadah air di sekitar rumah, sekolah, perkantoran, dimana telur tersebut dapat menetas dalam waktu 10 hari.

 

Sampai saat ini belum ada vaksin yang dapat mencegah seseorang terkena penyakit ini, namun ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan melindungi diri dari demam berdarah antara lain adalah :

  • Menghindarkan diri dari gigitan nyamuk dengan menggunakan kelambu saat tidur, memakai pakaian yang menutup kulit sepenuhnya, menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela atau lubang ventilasi

  • Menguras tempat penyimpanan air (bak mandi, vas bunga, ember, tempayan, pot tanaman) minimal seminggu sekali

  • Mengosongkan tempat wadah air yang merupakan tempat nyamuk bertelur

  • Menutup tempat yang berisi air (ember, drum, gentong)

  • Mengubur barang-barang bekas yang dapat menjadi tempat penampungan air seperti kaleng bekas, botol, plastik, tempurung kelapa.

  • Menaburkan bubuk abate 2-3 bulan sekali pada tempat air yang sulit di bersihkan

  • Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk pada tempat penampungan air seperti kolam

 

Prepared by Dr Novie Hediyani, MKK

 

SUMBER : 

  • http://www.penanggulangankrisis.depkes.go.id/waspada-demam-berdarah

  • http://www.pbpapdi.org/papdi.php?pb=detil_berita&kd_berita=56

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Demam_berdarah_Dengue?lang=id

Please reload

Please reload

Cari di Arsip dokterkuonline:

Baca Artikel Lain:

Please reload

  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • Pinterest Social Icon
  • Instagram Social Icon
dokterku online sehat dengan cara pintar
dokterku online sehat dengan cara pintar
dokterku online sehat dengan cara pintar
dokterku online sehat dengan cara pintar

© dokterkuonline - 2014, Partnership, Sponsorship, & Advertisement : dokterkuonline@gmail.com   designed by Kimpoel's Creative Community

  • w-facebook
  • Twitter Clean
  • w-googleplus