Waspada Virus Cacar Monyet (Monkeypox)

 

Mengenal Monkeypox

 

Monkeypox atau cacar monyet merupakan penyakit zoonosis atau penularan penyakit dari hewan ke manusia yang disebabkan oleh virus monkeypox (MPXV). Virus monkeypox mirip dengan cacar pada manusia. Meskipun monkeypox jauh lebih ringan daripada cacar, bisa berakibat fatal. Kasus kematian pada wabah monkeypox kurang dari 10%, dengan sebagian besar kematian terjadi pada kelompok usia yang lebih muda. Secara umum, anak-anak lebih rentan terhadap penyakit monkeypox.

 

Virus monkeypox tersebar terutama di bagian Afrika tengah dan barat, yang merupakan daerah hutan hujan tropis. Monkeypox pertama kali ditemukan pada 1958 ketika dua wabah penyakit seperti cacar terjadi di koloni kera yang disimpan untuk penelitian. Wabah Monkeypox manusia pertama kali diidentifikasi pada 1970 di Republik Demokratik Kongo (kemudian dikenal sebagai Zaire) pada seorang bocah laki-laki berumur 9 tahun. Sejak itu kasus monkeypox pada manusia telah dilaporkan dari 10 negara Afrika: Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Nigeria, Pantai Gading, Liberia, Sierra Leone, Gabon dan Sudan Selatan. Pada tahun 2017 Nigeria mengalami wabah terbesar, sekitar 40 tahun sejak negara tersebut mengkonfirmasi kasus monkeypox terakhir.

 

Pada tahun 2003, kasus monkeypox dikonfirmasi di Amerika Serikat, menandai kejadian penyakit pertama yang dilaporkan di luar benua Afrika. Sebagian besar pasien dilaporkan telah melakukan kontak dekat dengan anjing padang rumput peliharaan yang terinfeksi oleh tikus Afrika yang telah diimpor ke negara itu.

 

Pemerintah Singapura mengonfirmasi temuan kasus pertama infeksi monkeypox, yang terbukti positif mengidap monkeypox pada 8 Mei 2019. Penyakit ini terbawa oleh warga Nigeria berusia 38 tahun yang datang pada 28 April 2019. Penyebaran virus ini juga dapat mengancam warga Indonesia terutama yang tinggal di wilayah yang berbatasan dengan Singapura yaitu di Batam kepulauan Riau.

 

Penularan

 

Virus monkeypox sebagian besar ditularkan ke manusia dari berbagai binatang liar seperti tikus dan primata (kera). Infeksi pada manusia pernah dilaporkan pada penangkar kera yang terinfeksi, tikus hutan dan tupai. Hewan pengerat (tikus) menjadi penyebab terbesar penularan virus ini.

 

Menurut Anung Sugihantono, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penularan pada manusia terjadi karena kontak dengan monyet, tikus gambia dan tupai, atau mengonsumsi daging binatang yang sudah terkontaminasi. Penularan dari manusia ke manusia sangat jarang.

 

Apa Saja Gejalanya?

 

Gejala mulai timbul 6-21 hari sejak pertama kali terinfeksi virus monkeypox dengan gejala demam, sakit kepala hebat, pembesaran kelenjar getah bening, sakit punggung, nyeri otot, lesu dan lelah. Ruam kulit muncul mulai di wajah kemudian menyebar di tempat lain di tubuh. Ruam ini berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar (makulopapula), lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras. Biasanya diperlukan waktu hingga 3 minggu sampai ruam tersebut menghilang.

 

Bebebapa pasien mengalami pembengkakan kelenjar getah bening  sebelum munculnya ruam, yang merupakan ciri khas dari monkeypox dibandingkan dengan penyakit serupa lainnya.

 

Monkeypox bisa sembuh sendiri selama 14 sampai 21 hari. Beberapa kasus yang lebih parah terjadi pada anak-anak dan terkait dengan tingkat paparan virus, status kesehatan pasien, dan tingkat parahnya komplikasi.Tidak ada pengobatan khusus atau vaksinasi yang tersedia untuk infeksi virus Monkeypox. Pengobatan simptomatik dan suportif dapat diberikan untuk meringankan keluhan yang muncul.

 

Langkah-langkah Pencegahan

  • Menghindari kontak dengan tikus dan primata yang terinfeksi serta membatasi paparan langsung terhadap darah atau  daging yang tidak dimasak dengan baik.

  • Menghindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau bahan yang sudah terkontaminasi virus monkeypox

  • Menggunakan sarung tangan dan pakaian pelindung lainnya saat kontak dengan penderita

  • Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir

  • Menghindari kontak dengan hewan liar atau mengkonsumsi daging yang diburu dari hewan liar (bush meat)

Bagi  yang baru kembali dari wilayah terjangkit Monkeypox agar segera memeriksakan dirinya jika mengalami gejala-gejala demam tinggi yang mendadak, pembesaran kelenjar getah bening dan ruam kulit, dalam waktu kurang dari 3 minggu setelah kepulangan, serta menginformasikan kepada petugas kesehatan tentang riwayat perjalanannya.

 

Prepared by dr Novie Hediyani, MKK

 

 

SUMBER :

  • https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/monkeypox

  • https://www.cdc.gov/poxvirus/monkeypox/index.html

  • https://www.liputan6.com/health/read/3966305/kemenkes-tegaskan-cacar-monyet-bisa-sembuh-tanpa-pengobatan-khusus

  • http://makassar.tribunnews.com/2019/05/15/terbaru-5-warga-singapura-cacar-monyet-monkeypox-tetangganya-batam-lakukan-pencegahan-ini

  • http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20190513/2830226/ini-tentang-monkeypox-mpx/

Please reload

Please reload

Cari di Arsip dokterkuonline:

Baca Artikel Lain:

14 Dec 2019

Please reload

  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • Pinterest Social Icon
  • Instagram Social Icon
dokterku online sehat dengan cara pintar
dokterku online sehat dengan cara pintar
dokterku online sehat dengan cara pintar
dokterku online sehat dengan cara pintar

© dokterkuonline - 2014, Partnership, Sponsorship, & Advertisement : dokterkuonline@gmail.com   designed by Kimpoel's Creative Community

  • w-facebook
  • Twitter Clean
  • w-googleplus