Cegah Asam Lambung Melambung

January 25, 2020

 

Padatnya aktivitas sehari-hari  sering menyebabkan seseorang melewatkan waktu makan sehingga pola makan menjadi tidak teratur. Ketika waktu makan tiba, porsi makanan yang di konsumsi langsung dalam jumlah banyak atau sehabis makan langsung tidur akibat terlalu lelah setelah beraktiitas seharian. Jika kebiasaan ini berlangsung dalam waktu lama maka pola makan yang tidak baik ini dapat menyebabkan naiknya asam lambung yang dikenal dalam istilah medis  sebagai gastroesophageal reflux disease (GERD).

 

GERD merupakan salah satu jenis gangguan pencernaan yang cukup sering dijumpai di masyarakat sehingga dapat menurunkan kualitas hidup (Ndraha, 2014). Prevalensi GERD di Amerika Utara 18,1%-27,8%, di Eropa 8,8%- 25,9%,  di Asia Timur 2,5%-7,8%, Australia 11,6% dan Amerika Selatan 23,0%.

 

GERD paling banyak dialami oleh orang di usia produktif. Studi di Indonesia menyebutkan bahwa prevalensi GERD meningkat akhir-akhir ini. Syam dkk melaporkan prevalensi GERD di RS Dr Ciptomangunkusumo meningkat dari 5,7 % pada 1997 dan menjadi 25,18% pada 2002

 

 

Mengenal GERD

GERD adalah penyakit yang di timbulkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan. Diantara kerongkongan dan lambung terdapat klep (sfingter oespohagus) yang mencegah naiknya asam lambung ke kerongkongan.

 

Pada pencernaan yang normal klep tersebut akan membuka agar makanan di kerongkongan masuk kedalam lambung. Setelah itu klep akan menutup kembali untukmencegah makanan dan asam lambung naik ke kerongkongan.

 

Namun karena suatu kondisi, terjadi gangguan pada fungsi klep tersebut sehingga asam lambung yang seharusnya berada di dalam lambung naik ke kerongkongan, keadaan tersebut yang akan menyebabkan seseorang terkena GERD.

 

Faktor Risiko

Selain pola makan yang tidak baik, beberapa faktor risiko lain yang dapat terjadinya GERD antara lain yaitu :

  • Kebiasaan merokok

  • Minum alkohol

  • Diet

  • Konsumsi minuman yang mengandung kafein (kopi), soda dan cokelat

  • Makanan berlemak dan produk hasil olahan susu

  • Porsi makan yang terlalu besar

  • Makanan pedas

  • Buah-buahan seperti durian dan nangka

  • Obesitas (kelebihan berat badan)

  • Kondisi cemas dan stres  

  • Riwayat keluarga dengan GERD

  • Obat-obatan nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID)

  • Usia lebih dari 40 tahun

  • Wanita

  • Kehamilan

  • Ras (India lebih sering mengalami GERD)

  • Penderita diabetes dan asma

 

Komplikasi

GERD yang tidak tertangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi seperti batuk kronis, gigi berlubang, asma, peradangan bahkan sampai luka dan perdarahan  pada kerongkongan, peradangan pada pita suara (serak), perubahan lapisan di kerongkongan yang dapat mengarah  ke lesi pra kanker

 

Gejala

Naiknya asam lambung ke kerongkongan dapat menimbulkan beberapa gejala antara lain :

  • Rasa terbakar di dada

  • Nyeri dada

  • Rasa asam di mulut

  • Rasa tidak nyaman di kerongkongan terutama saat menelan makanan

  • Mual terkadang sampai muntah

  • Merasa sesak nafas

  • Rasa perih di perut dan nyeri ulu hati

  • Terkadang sakit kepala

  • Batuk

  • Perut kembung dan terasa kenyang  

  • Bersendawa

  • Iritasi tenggorokan

  • Mulut terasa kering

 

Bila mengalami keluhan tersebut maka untuk pertolongan pertama dapat mengonsumsi obat-obatan seperti antasid atau sirup untuk pencernaan yang tersedia di pasaran. Namun jika gejala terus berlanjut segera periksakan ke dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi hepatologi di RS terdekat.

 

Terapi penyembuhan GERD biasanya berlangsung selama satu hingga 2 bulan. Penting bagi pasien untuk menjalani dengan baik sesuai anjuran dokter agar GERD dapat sembuh. Setelahnya penderita GERD jarus menjalani pola hidup sehat dengan menghindari faktor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya GERD.

 

Endoskopi merupakan pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis GERD. Dengan menggunakan kamera kecil yang dimasukkan melalui mulut dapat melihat kondisi kerongkongan , lambung dan usus 12 jari. Pemeriksaan endoskopi dapat dilakukan berulang jika di temukan iritasi berat  atau terjadi perubahan lapisan di kerongkongan.

 

Tips Pencegahan

Berikut pencegahan agar terhindar dari gangguan asam lambung antara lain :

 

  1. Menjaga pola makan yang baik dan teratur

  2. Tidak berbaring setelah makan (atur jeda makan dengan tidur setidaknya 2-3 jam)

  3. Saat perut kosong hindari mengonsumsi bahan makanan yang dapat menyebabkan produksi gas lambung berlebihan termasuk keju dan susu

  4. Menjaga berat badan tetap ideal

  5. Hindari minuman seperti kopi, cokelat, soda dan alkohol

  6. Hindari makanan pedas, cuka dan makanan yang mengandung gas

  7. Makan dalam porsi kecil

  8. Makan camilan ketika belum sempat makan agar perut tidak berada pada kosong dalam jangka waktu lama

  9. Tidak merokok

  10. Tinggi posisi kepala saat tidur

  11. Bersikap tenang dan jangan stres

 

 

Prepared by dr Novie Hediyani, MKK

 

 

Please reload

Please reload

Cari di Arsip dokterkuonline:

Baca Artikel Lain:

14 Dec 2019

Please reload

  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • Pinterest Social Icon
  • Instagram Social Icon
dokterku online sehat dengan cara pintar
dokterku online sehat dengan cara pintar
dokterku online sehat dengan cara pintar
dokterku online sehat dengan cara pintar

© dokterkuonline - 2014, Partnership, Sponsorship, & Advertisement : dokterkuonline@gmail.com   designed by Kimpoel's Creative Community

  • w-facebook
  • Twitter Clean
  • w-googleplus